Sal Priadi Amin paling Serius yang Ramai Dibicarakan

 

Linimasa membicarakan Sal Priadi salah satu lagu yang judulnya agak unik yaitu amin paling serius, saya mengikuti pembicaraan tersebut untuk sekadar tahu apa maksudnya kok amin paling serius, memangnya selama ini orang mengatakan amin itu tidak serius kah.

Yang akhirnya saya tahu bahwa Sal Priadi itu sebuah nama pemilik lagu amin paling serius, warga Malang yang juga pengisi soundtrack film mantan manten dengan lagu berjudul ikat aku di tulang belikatmu.

Agak mengernyit kening saya karena pilihan kata yang dipakai untuk judul lagu begitu tidak umum, namun menarik.

Kita tahu sebagai pelaku entertainment wajib punya keahlian merebut perhatian khalayak umum.

Perihal merebut perhatian ini bukan urusan sepele, beberapa pemain dunia hiburan bahkan punya konsultan bagaimana menciptakan persona yang relate, serta tindakan apa yang perlu di ambil agar tetap jadi perhatian di era sosial media seperti saat ini.

Pernah ada selentingan kalau seorang pelaku dunia hiburan tidak tayang di acara gosip selama tiga bulan lamanya, maka patut dipertanyakan keberadaanya, oleh karena itu ada saja tingkah yang dibuat agar mereka tetap layak dijadikan berita dan di konsumsi masyarakat.

Permasalahan layak diberitakan ini menjadi aneh manakala konten yang disajikan ternyata hal sepele seperti urusan dapur yang tidak ada faedahnya sama sekali, kawin cerai, operasi kelamin, perselingkuhan, punya ini baru dan punya itu baru.

Tapi repot juga, meski saya mengatakan hal itu menjadi masalah, toh penonton acara tersebut tetap ramai, dan iklan yang dihasilkan juga membuat karyawan suatu perusahaan tersebut bisa memenuhi kehidupannya, tanpa harus melakukan tindakan yang kurang baik.

Amin paling serius lirik yang dibikin Sal Priadi serta partnernya mengisahkan dua manusia memadu asmara yang berbeda asal muasal, seperti kebanyakan orang kita mengkonsumsi sinetron, cerita klasik yang kerap kita dapati di media mainstream yang satu berada yang satu cukup.

Hanya kemudian dikemas dengan musik yang sangat bagus, seperti orchestra penuh lantunan alat dan instrumen yang berhasil membuat lagu ini nampak mewah dan ekslusif.

Saya bukan musisi, pengetahuan skena juga cetek, tapi Sal Priadi cukup hebat mengemas lagu ini, dia seperti staff editor sebuah media penggiat click bait. Wkwkwkw

Menyelami Sal Priadi sambil mengaduk kopi pahit di dapur kantor, saya penasaran mencoba mencari apa saja lagu yang kiranya pas dengan saya, seperti lagu Sulung dari album mantra Kunto Aji.

Sejenak terhenti di lagu ikat aku ditulang belikatmu, menjejalkan headset, mengencangkan volume, mari kita lupakan dunia. Ternyata lagu ini lebih mudah saya terima ketimbang amin paling serius, mungkin karena dewasa muda saat ini mencari atau lebih tepatnya membuat seseorang menjadi tempat pulang bukan urusan sepele.

Kita selalu beranggapan bahwa jodoh atau pasangan yang kita temukan adalah yang terbaik. Kalian barangkali lupa, terbaik itu selalu ada batasnya, dan menyikapi batas sikap seseorang tidak pernah mudah, perihal hati bukan urusan sulit, karena toh buktinya ada pasangan yang bisa saling peduli hingga tua, namun rumit karena pasangan kita manusia yang kompleks seperti halnya kita.

Maka suatu hubungan yang bila diteruskan akan menjadi racun untuk dua belah pihak, dan itu sangat melelahkan, menghabiskan waktu, dan ujungnya pedih, saya cukup matang untuk tahu bagaimana hal itu terjadi.

Ada yang bilang kalau jodoh itu diciptakan, kita yang membentuk agar ia berjodoh dengan kita begitupun sebaliknya, bukan dicari, karena bila beranggapan dicari kemudian nemu, kita akan kecewa di kemudian hari karena ada sikap yang berubah dari pasangan.

Padahal bukan berubah, sifat asli seseorang akan nampak jika ia diterima tanpa syarat, maka sebaiknyalah dalam proses mencari tidak usah mengubah apapun yang tidak disukai agar pasangan beranggapan bahwa selera dia sama dengan kamu, toh pada akhirnya semua akan terlihat.

Kita manusia tidak di desain untuk jadi pura-pura selamanya, selain gak bakal kuat, hal itu juga percuma. Lakukan sebagaimana kamu berkehendak ingin melakukan, suka K-POP Korea ya tunjukkan, suka drama Korea ya sampaikan, jika calon pasanganmu merasa hal itu membuat ia ilfeel ya ndak papa, toh ia akan pergi mencari yang lain. Dan kamu masih tetap nyaman dengan hal yang biasa kamu lakukan.

Bayangkan, misalnya kamu diawal sudah membangun anggapan dan berkhayal kalau dia yang belum kamu kenal seutuhnya sebagai seseorang yang terbaik yang bisa kamu dapatkan, kemudian mengubah segala hal yang tidak kamu sukai, dan hal itu kamu lakukan seolah-olah kamu seperti yang dia minati, padahal kamu tidak begitu, kamu berhasil pacaran dengan dia, dalam jangka waktu tertentu kamu bahagia memang, taruhlah tiga bulan pertama, setelah itu apa benar seperti anggapanmu, saya rasa tidak.

Luka bathin kerap kali memberi kita pelajaran yang luar biasa bagusnya, tapi, hanya kepada mereka yang mampu dan berupaya belajar. Coba lihat di sekeliling kita, berapa banyak kejadian konyol yang dihasilkan oleh remuknya hati karena sikap pasangan, mulai hal sepele sampai berat, mengubah jalan hidup misalnya.

Patah hati tidak pernah mudah, dan ini bukan urusan sepele. Semua punya kadarnya masing – masing bagaimana mengelola luka bathin, beberapa orang memang menyebalkan, menganggap urusan percintaan tidak seberat yang ia terima jika itu belum masuk ke ranah pernikahan, tapi kita juga mafhum bahwa tidak selalu yang terikat dalam surat legal negara itu punya kemampuan lebih baik dalam mengelola suatu hubungan, toh buktinya kasus perceraian terus meningkat saban tahun.

Amin paling serius Sal Priadi memang terdengar klise, ia seperti sebuah ingin yang diharapkan orang tua kepada anaknya, hidup yang beruntung dalam semua aspek, mulai karir, pertemanan dan tentu saja percintaan, yang pada akhirnya meninggalkan bekas luka untuk kemudian disikapi sebagai jalan tuhan, karena yang terjadi itu yang terbaik dan hanya itu yang kita punya.

 

Leave a Reply