4 Jenis Penulisan Keyword di Google Ads

Mesin pencarian yang menjadi kebutuhan semua umat manusia di dunia, saat ini menjadi lebih pintar, dan kerap sukses membuat kamu ketergantungan, itu terbukti saat kamu membutuhkan informasi apapun tinggal ambil smartphone dan mengetikkan kata kunci di kolom seacrh.

Karena sudah jadi rujukan, maka platform ini mengeruk keuntungan yang enggak sedikit. Info terakhir yang dibeberkan oleh pihak Google, keuntungan yang diperoleh dari pengiklan sama seperti APBN Negara kita, gila nggak tuh.

Selain market value mereka gede banget, hal inilah yang dimanfaatkan oleh pebisnis untuk ikut serta menambang kekayaan, hal itu bisa dilakukan dengan salah satu layanan yang disediakan oleh Google. Walau lebih sulit untuk mulai beriklan dibanding Facebook, iklan Google ads sangat perlu untuk dijadikan traffic source bagi bisnis kamu.

Iklan di Google ada dua macam, yang pertama Google search network, selanjutnya untuk mempermudah akan saya singkat menjadi GSN, dan yang kedua Google display network, untuk mempermudah akan saya singkat menjadi GDN.

 

Apa itu Google Ads

Kalau kamu ketik sesuatu di kolom pencarian tentang apapun dan tiba-tiba nongol beberapa website dengan tulisan “Ad” berarti website itu iklan pakai Google ads, lebih tepatnya GSN.

Nah dari beberapa website yang muncul di urutan pertama, kedua dan ketiga kita bisa menemukan produk yang kita cari, mereka para pengiklan menyediakan berbagai promo dan keuntungan yang bisa membuat target mereka terpancing untuk menekan dan memilih website itu.

 

Contoh Iklan Google Ads

Di bawah ini adalah contoh iklan saat saya ketik di kolom search –sewa apartemen di jakarta barat

iklan-google-ads

Bedanya dengan Google Display Network Apa ?

Kalau GSN iklan yang muncul di kolom telusur Google, maka GDN iklan yang muncul di suatu website, aplikasi youtube dan Aplikasi lainnya di smartphone, formatnya bisa berupa banner dan video. Sampai sin semoga kamu paham ya

Bedanya antara GSN & GDN, lalu mana yang lebih baik antara mereka berdua. Ini relatif ya, tergantung kebutuhan promosi kamu dan budget yang siap untuk mengeruk keuntungan lebih banyak, dan patut diingat kegiatan kamu beriklan dengan waktu tempuh seperti dua sisi mata uang.

 

 

Mari Kita Ulas Satu Persatu

Setiap produk punya ceruk marketnya masing-masing ada tipikal produk yang hit and run, seperti produk retail kebanyakan, adapun jasa yang sekali deal bisa butuh waktu yang lama hingga urusannya semua selesai namun hasilnya besar, dari dua model produk yang berbeda itu kita bisa narik kesimpulan.

Saya coba kasih contoh, misalnya kamu seorang Arsitek, produk yang kamu jual berupa jasa gambar desain rumah hingga pelaksanaan proyek pembangunan sampai rumah itu jadi.

Usaha yang kamu tekuni masih dalam proses bertumbuh belum begitu kuat dalam hal budget dan manajement, maka untuk menyiasati, kamu butuh promosi, mengabarkan layanan dan jasa yang kamu bisa ke banyak orang terutama target market kamu. Nah di situasi seperti ini kamu bisa manfaatkan layanan Google yaitu GSN, kamu mulai riset keyword berdasarkan seberapa banyak kata itu diketik di kolom search, setelah kamu merasa keyword itu sesuai dengan kebutuhan yang kamu inginkan baru mulai beriklan.

 

Jenis Penulisan Keyword di Google ads

Ada 4 tipe penulisan di Google ads yang wajib kamu tahu sebelum mulai beriklan.

  • Broad
  • Broad Match Modifier
  • Phrase
  • Exact

 

 

Broad

Penulisan jenis ini menghasilkan iklan dengan jangkauan paling luas, karena satu kata bisa berbeda makna dan mesin Google nggak peduli dengan arti kata, yang dibaca adalah kata bukan makna, misalnya pakaian dan baju memiliki arti yang sama, namun di mata Google hal itu sangat jauh berbeda.

Dan penulisan jenis ini sering kali menghasilkan performa yang kurang bagus, karena saat user mengetikkan keyword di kolom search akan terjadi random dan kita tidak bisa mengcontrol itu semua, seperti ketika ada yang mengetikkan di kolom pencarian.

Baju yang cocok untuk pernikahan, kalau kamu memasukkan kata kunci seperti itu, maka Google akan menyodorkan website kamu saat ada yang mencari kata yang mengandung bajucocokpernikahanuntuk.

Nah kata pernikahan itu kan nggak selalu berkaitan dengan baju, misalnya gedung, amplop, desain panggung, makanan, catering, kalau ada yang mengetikkan di kolom pencarian –catering pernikahan– maka websitemu akan disodorkan oleh Google ke pencari catering itu, padahal kamu jualan baju.

Sampai sini semoga kamu paham bahwa mesin Google meski dibilang canggih tetap saja ada keterbatasan.

 

 

Broad Macth Modifier

Kalau jenis penulisan ini kita sebagai pengiklan sedikit diberikan kontrol atas keyword yang sudah kita bidik, dan penulisan di kolom Google ads mengandung huruf +. Misalnya kamu jualan sepeda lipat, maka penulisan di awal huruf wajib menyertakan tanda + seperti +sepeda +lipat.

Ketika user mengetik di kolom search beli-sepeda-lipat website kamu akan disodorkan ke seseorang yang mengetikkan kata kunci tersebut, walau kata yang diketikkan tidak berurutan tetap saja akan terbaca oleh Google, misalnya pakaian-untuk-anak-gendut, sedangkan keyword yang kamu bidik +pakaian +anak, websitemu tetap muncul di atas kolom pencarian, jadi misspeallings tidak jadi masalah di jenis penulisan keyword Google ads macth modifier.

 

Phrase

Penulisan keyword jenis ini lebih mengerucut lagi, namun tingkat relevansinya lebih baik dibanding sebelumnya, dan penulisan di kolom Google ads harus menyertakan tanda ” di awal kata, misal kamu jualan rumah di kota tertentu, maka keyword yang kamu masukkan ditulisnya seperti ini “rumah di jakarta barat”.

Saat seseorang membutuhkan informasi terkait keyword yang kamu bidik dengan menulis di kolom search -rumah-di-jakarta-barat- website kamu akan muncul, bagaimana jika ia mengetikkan kata kunci hanya rumah jakarta barat atau harga rumah murah di jakarta barat, apakah website saya tetap akan nongol, di halaman teratas Google.

Iya website kamu tetap muncul, karena kata yang diketikkan masih mengandung keyword yang kamu target, kekurangan jenis penulisan keyword ini ada di misspeallings saja, jika kata yang diketikkan tidak beurutan, maka produk kamu tidak akan muncul.

 

Excat

Dari semua jenis penulisan, tipe ini yang maqamnya paling tinggi dan paling tepat bidikannya, walau jangkauannya terbatas, tipe excat lebih perlu dipakai daripada board.

Keyword yang kamu masukkan wajib disertai tanda [ di awal kata dan akhir kata ], penulisan jenis ini juga harus berurutan, jika user mencari rumah murah di jakarta barat, maka website kamu akan muncul di urutan pertama dibanding mereka yang memakai penulisan tipe phrase.

Artinya tipe excat di khsusukan untuk mereka yang benar- benar membidik keyword tertentu dengan lebih tepat dan utama, apakah tipe ini selalu baik ketimbang yang lain. Belum tentu, karena beberapa user kerap kali ada kesalahan pengetikkan di kolom search, typo dan misspelling yang kurang tepat.

 

Kesimpulan

Semua jenis penulisan keyword di Google ads tidak semuannya bagus jika kamu cukup kreatif mana yang perlu digunakan dan mana yang tidak, karena kata itu punya ribuan relativitas, barangkali kamu hanya membutuhkan dua jenis tipe, atau kamu hanya butuh satu tipe.

Ini semua tergantung kebutuhan dan besarnya market yang kamu bidik, tidak hanya itu kompetitor juga bisa menjadi acuan bagaimana kamu menempatkan jenis tulisan yang tepat agar budget tidak terbuang percuma, sedikit saran jika awal mulai beriklan di Google pakailah 10 keyword saja, dan dua jenis tipe penulisan phrase dan exact.

Karena dari dua jenis ini kamu akan dapat laporan referensi dari Google kata apa yang hampir mirip dicari oleh pembeli, dan kalimat apa yang diketikkan di mesin telusur secara tertaget. Lalu kenapa 10 keyword karena hal ini akan memudahkan kamu untuk merangkai adcopy, dan patut di ingat jangan pernah sekalipun di awal beriklan pakai tipe penulisan board kecuali kamu milyader youtube yang berjargon Ashhhiiiaaapppp.

Leave a Reply