Cara Menulis Email yang benar Secara Formal

Kalau kamu beranggapan bahwa menulis email yang benar itu sama dengan chat di aplikasi pesan seperti whatsapp atau DM Instagram, kamu salah.

Hal ini barangkali terkesan ribet, dan kamu merasa tidak perlu banget lah menulis email dengan benar, toh job dari agency dan brand juga masih banyak kok, tanpa perlu menerima brief lewat email, cukup DM man saja.

Saya mengerti apa yang kamu rasakan, karena sudah capek ngurusin endorsan baju dan hal lainnya, belum lagi konten apa yang akan di upload di hari-hari berikutnya, dengan format apa, dan segala tetek bengeknya.

Begini loh mbak-mbak cantik sekalian.

Kita perlu menyamakan pandangan dulu ya, agar segala hal yang kita bahas ke depannya makin enak dan sama-sama tahu.

Cari uang itu tidak mudah, jangan lihat keadaan sekarang. Lihat zaman sebelum kamu atau Instagram hadir, coba bayangin keadaan kita sepuluh tahun ke belakang.

Gimana ada perasaan bersyukur nggak, jika iya alhamdulillah.

Oleh karena itu, agar rezeki yang sudah mengalir melalui pekerjaan sebagai Influencer tidak pindah ke influencer yang lain atau platform lain, sebaiknya segala pekerjaan dilakukan dengan benar, dijaga agar kamu dan saya masih tetap bisa bahagia di dunia ini, bisa menikmati berbagai macam kenikmatan yang kamu idamkan.

Pekerjaan yang mbak cantik lakukan itu ada sangkut pautnya sama isi perut sebuah perusahaan loh, kalau proses pekerjaan seperti komunikasi dengan menulis email yang benar, pihak kedua yaitu agency tentu akan sangat senang bekerja sama dengan kamu.

Kalian secara nggak langsung menciptakan culture kerjasama yang asyik, dan kerap kali pihak pemberi job ke Influencer akan menandai kamu sebagai influencer yang akan disodorkan ke klien jika nanti ada brand butuh iklan di platform Instagram.

Tidak hanya itu

Kamu akan sering bertukar pikiran dengan pihak agency, tahu kabar terbaru soal Instagram, update format apa yang sebaiknya dilakukan agar saat kamu menginfluence pengikutmu terjadi engagement yang kuat, dan berpotensi terjadi konversi seperti yang di inginkan pihak klien.

Artinya kalian melakukan kerjasama yang benar, walau tidak dipungkiri akan ada sedikit cekcok mengenai ide.

Bisa dipercaya di era sekarang yang semua hal bisa dipalsukan memang tidak mudah, dan originalitas tetap butuh makan. Mengakali hal demikian jika bukan dengan attitude yang baik akan mudah tergelincir menjadi sesuatu yang merugikan.

Maka dari itu, tidak usah lama-lama lagi berikut cara penulisan email yang benar dan efisien agar kamu tampak profesional.

  • Persingkat Kata
  • Gunakan Bullet Point
  • Sertakan Referensi
  • Judul ditulis di Subject
  • Pembuka yang Simple

Persingkat Kata

Artinya bukan ejaan yang disingkat ya, tapi kurangi penulisan yang bertele-tele atau basa basi, karena email yang kamu kirim untuk hal profesionalitas, maka sebaiknya informasi yang kamu berikan ya hanya soal urusan pekerjaan yang akan kamu lakukan.

Kata seperti, “menurut saya,” luar biasa, “bahwasanya, frase ini memang baik, tapi kurang tepat jika menyangkut soal project yang akan kamu kerjakan. Cara menulis email yang benar itu tidak harus panjang, dengan frase yang indah, karena ini bukan nulis fiksi.

Bullet point

Penanda bulat pada tiap baris ini sangat mempermudah bagian apa saja yang sedang dibahas, dan ini akan membuat penerima email kamu lebih clear melihat sesuatu.

Tapi masukkan bullet point hanya pada pilihan sesuatu yang akan kalian bahas, bukan pada badan email pembuka obrolan. Dan hal ini akan sangat membantu, dengan begitu menulis email secara benar akan terasa sangat berarti bagi dua belih pihak.

Referensi

Sesuatu yang sedang kalian bahas melalui email sebaiknya memang ditulis dengan benar dan efektif, namun biasanya ada referensi yang akan kamu bagi guna usulan yang kamu maksud tersampaikan dengan jelas.

Sebaiknya gunakan attachment, atau bentuk lain seperti link menuju ke situs, dan jangan ditulis ulang, agar maksudnya tidak jadi berbeda, selain itu pesan email juga tidak terlalu panjang. Karena email yang ditulis dengan benar tidak serta dinilai dari panjang tulisanya, tapi dari kejelasan maksud yang disampaikan.

 

Gunakan Subject dengan Benar

Subject di email itu bukan untuk menjelaskan isi maksud kamu ya, tapi judul alasan kenapa kamu kirim email ke seseorang.

Setelah itu gunakan badan email untuk menjelaskan maksud kamu, saya mengerti kalau kamu ingin terlihat profesional ketika menggunakan email sebagai medium komunikasi. Oleh karena itu kamu perlu pahami bahwa membuat email yang benar memang ada aturannya, dan ini disepakati semua pihak termasuk atasan atau klien.

 

Pembuka yang Efektif

Kenalkan siapa kamu, dan maksud kamu mengirim email. Setelah itu gunakan spasi antar baris jangan semua tulisan disambung, hal ini membuat penerima email kebingungan dan nampak kurang profesional. Setelah itu baru gunakan baris selanjutnya dengan menjelaskan maksud kamu di bagian isi.

Membuat email dengan benar secara terstruktur membuat penerima email akan menganggap kamu sebagai the real influencer yang tahu bagaimana bekerja di era digital, dan hal ini sangat memudahkan pihak agency.

 

Kesimpulan

Kita semua barangkali cukup dewasa dan paham, kalau segala hal di dunia ini ada aturan maennya. Dan hal itu juga berlaku di dunia kerja, saya mencoba menjelaskan cara menulis email yang benar agar hal ini membuat kamu lebih mengerti, bahwa tidak ada yang mudah di dunia ini, sekecil apapun urusannya.

Saya analogikan kamu mengendarai mobil di jalanan, tentu ada cara maennya, saat belok atau parkir, begitupun penulisan email.

Menjadi Influencer memang tidak segampang yang dikira banyak orang, karena itulah hanya sedikit yang mampu bertahan, dan saya harap dengan adanya artikel ini, kita semua lebih menghargai bagaimana sebaiknya menulis email yang benar dan efisien.

Kamu pasti suka jika project yang kamu kerjakan tanpa revisi, apalagi jika tenggat waktu sudah mepet. Sebaiknya hal itu dihindari dengan komunikasi yang tepat.

 

 

Leave a Reply